Selain hamstring, cedera yang paling populer di kalangan atlet profesional, dan atlet 'jadi-jadian' seperti kita-kita adalah cedera engkel dan nama yang lebih memasyarakat adalah keseleo. Tapi kok rasanya lebih dramatis dan lebih mengerikan dan pasti lebih cool kalau orang nanya "cedera apa?" dan kita jawab "Gw cedera engkel, nih" daripada "Ah, keseleo biasa". So, kali ini kita akan membahas mengenai cedera engkel ini. Let's bekicot_________
Ada apa dengan cedera engkel?
Daerah pergelangan kaki itu tempat bertemunya tiga tulang, tulang kering (tibia), tulang kaki (fibula), dan talus (tulang telapak) yang dihubungkan oleh ligamen otot. Saat ligamennya mengalami over-stretching atau peregangan berlebihan, itulah yang menyebabkan cedera. Saat cedera, pembuluh darah di sekitar kaki "bocor" (bochor... bochor...), sehingga terjadi peningkatan aliran darah, sel darah putih jadi banyak dan terjadi peradangan. Saraf di sekitarnya bakalan lebih sensi, sehingga bakalan nyeri kalau kita tekan-tekan.
Kenapa bisa cedera?
Penyebab utamanya adalah gerakan yang salah, bisa gara-gara salah tumpuan saat berlari dan bergerak atau pendaratan saat melompat. Kepleset juga bisa.
So, gimana penanganannya?
Sama seperti penanganan cedera lain, udah pernah kita bahas di cedera hamstring (di sini), tapi kita kupas lagi ya...
Penanganan cedera engkel bisa dilakukan sendiri. Tapi ingat, kalo nyerinya sudah tak tertahankan, atau gak bisa jalan karena nyeri banget (bukan nyeri biasa), atau mati rasa di kaki, atau gak ada perbaikan setelah 5-7 hari, langsung hubungi dokter.
Ada apa dengan cedera engkel?
Daerah pergelangan kaki itu tempat bertemunya tiga tulang, tulang kering (tibia), tulang kaki (fibula), dan talus (tulang telapak) yang dihubungkan oleh ligamen otot. Saat ligamennya mengalami over-stretching atau peregangan berlebihan, itulah yang menyebabkan cedera. Saat cedera, pembuluh darah di sekitar kaki "bocor" (bochor... bochor...), sehingga terjadi peningkatan aliran darah, sel darah putih jadi banyak dan terjadi peradangan. Saraf di sekitarnya bakalan lebih sensi, sehingga bakalan nyeri kalau kita tekan-tekan.
![]() |
Penyebab cedera engkel. |
Penyebab utamanya adalah gerakan yang salah, bisa gara-gara salah tumpuan saat berlari dan bergerak atau pendaratan saat melompat. Kepleset juga bisa.
So, gimana penanganannya?
Sama seperti penanganan cedera lain, udah pernah kita bahas di cedera hamstring (di sini), tapi kita kupas lagi ya...
P - Protection; lindungi bagian yang cedera
R - Rest; istirahatkan bagian yang cedera
I - Ice; gunakan es, es batu dari freezer, atau paling gak handuk basah pada area cedera untuk mengurangi nyeri dan inflamasi.
C - Compression; lakukan balutan pada daerah yang bengkak untuk mengurangi pembengkakan
E - Elevation; tinggikan bagian yang cedera lebih tinggi dari letak jantung untuk mengurangi pembengkakan
Penanganan cedera engkel bisa dilakukan sendiri. Tapi ingat, kalo nyerinya sudah tak tertahankan, atau gak bisa jalan karena nyeri banget (bukan nyeri biasa), atau mati rasa di kaki, atau gak ada perbaikan setelah 5-7 hari, langsung hubungi dokter.
Gimana pencegahannya? Atau supaya engkel kita tidak kambuh lagi?
Simpel! Pemanasan aja bro! Meski sering dianggap gak penting oleh atlet abal-abal, tapi tetap merupakan syarat utama pencegahan cedera apa pun. Selain itu, kita dapat melakukan latihan ankle exercise, latihan untuk engkel kaki kita. Ada latihan fleksibilitas, latihan keseimbangan, dan latihan kekuatan (berjalan dengan kaki berjinjit)
![]() |
Latihan keseimbangan menggunakan papan keseimbangan |
![]() |
Towel stretch, latihan peregangan menggunakan handuk. |
Moga setelah membaca dan mengetahui tentang cedera engkel, kita semua dihindarkan dari bencana ini. Amin... #Dalem
Thanks for watching banjaristi, stay tune here, and... Train smarter, not harder!