Ebola: Apa dan Bagaimana Sebenarnya

Sindrom ketakutan karena Ebola menyebar luas di Eropa dan Amerika, namun di Indonesia, rakyat masih tenang, lebih sibuk membahas 4x6 atau Pemilukada oleh DPRD. So, sebelum terjadi ketakutan massa karena informasi tentang Ebola yang salah, kali ini banjaristi bakalan mengupas all about Ebola: apa, bagaimana, mengapa, siapa, kapan, dan di mana. So, let's bekicot_________

Ebola berasal dari nama sebuah sungai di Kongo, di mana virus ini pertama kali muncul tahun 1976. Sama seperti tahun ini, tahun itu Ebola menyebar luas. Dari 318 kasus, 280 di antaranya meninggal karena Ebola. Berikut adalah kasus Ebola 10 tahun terakhir
Kasus Ebola 10 tahun terakhir. Source: who.int
Bagaimana kita (mudah-mudahan jangan deh) terkena virus Ebola?
1. Kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, muntah, air kencing, BAB, keringat, cairan sperma) dari orang yang sakit atau meninggal karena Ebola
2. Objek yang terkontaminasi (jarum suntik, peralatan medis)
3. Binatang yang terinfeksi (darah, cairan, atau daging yang terinfeksi yang dimakan mentah atau setengah matang)


Gejala-gejala awal dari Ebola dapat muncul antara 2-21 hari setelah kontak dengan penyebab yang kita sebut di atas:
1. Demam (lebih dari 38,6 C)
2. Sakit kepala
3. Diare
4. Mual muntah
5. Nyeri perut
6. Nyeri otot
Lewat dari 21 hari gak kenapa-kenapa, aman. Kita gak terjangkit Ebola.



Ingat, Ebola TIDAK menyebar melalui:
1. Kontak biasa
2. Udara
3. Air

Apakah Ebola bisa menyebar lewat bersin?
TIDAK. Ebola bukan penyakit pernafasan. Coba liat, ada nggak dari gejala Ebola yang berhubungan dengan hidung, tenggorokan, batuk, dan flu? Jadi, Ebola tidak menyebar lewat bersin.

Mengapa saat ini Ebola mengganas lagi? WHO sendiri menyebutkan bahwa negara-negara yang terjangkit Ebola, seperti Guinea, Sierra Leone, dan Liberia mempunyai sistem kesehatan dan infrastruktur yang buruk. Sistem kesehatan yang buruk di mana perlindungan terhadap petugas kesehatan kurang, mengakibatkan petugas kesehatan yang paling rentan mengingat Ebola sangat mudah menyebar lewat darah penderita.

Saat ini belum ditemukan obat yang bisa mengobati Ebola. Penanganan Ebola sendiri hanyalah mengobati gejala yang timbul. Demam? Beri penurun panas. Sakit kepala? Beri anti nyeri. Diare dan mual muntah? Perbanyak asupan cairan melalui infus. Jika seseorang sanggup bertahan dari Ebola, dengan sendirinya tubuh punya antibodi yang bisa menangkal Ebola jika suatu saat mereka menyerang lagi.

Itu tadi beberapa hal tentang Ebola yang perlu di ketahui. Waspada boleh, asal jangan panik. Tetap jaga kebersihan, cuci tangan sebelum makan, insya Allah kita aman.

Thanks for watching banjaristi, stay tune here, and... Keep Healthy!

sumber:
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs103/en/
http://www.cdc.gov/vhf/ebola/

Last Update: 6 Nop 2014 

About Me

My photo
My name is renaldy, and I'm not a terrorist, cuma blogger asal Kalimantan Selatan. I have a name as same as Tukul, but everyone who have meet with Me say that I'm 180km/hour more cool than Tukul. Mertua cerdas pilih menantu perawat karena perawat itu LAKI!

Disclaimer

"Blog ini sengaja tidak dipasang script anti-copy agar semua materi yang ada di blog dapat dengan mudah dicopas dan dibagikan ke orang lain melalui media lain. Kami hanya mengharapkan agar materi yang diambil disertakan sumber ke blog ini. Hargai kerja keras, keringat, darah, airmata, sakit pinggang saat menulis artikel, dan tidak sedikit pulsa modem yang telah kami keluarkan. Kami menghargai kebebasan, tapi kebebasan yang bertanggung jawab :)"

Contact Us

e-mail: renald33@gmail.com
phone: +6285391612750

Feedback